Senin, 31 Oktober 2022

TUGAS AIJ MATERI HAL 59-60

 

Macam-Macam Routing Protocol

1. RIP ( Routing Information Protocol )

        Routing Information Protocol ( RIP ) adalah protocol routing distance vector yang menggunakan hitungan lompatan dalam pengukurannya. RIP merupakan salah satu implementasi dynamic routing protocol. RIP memiliki sifat mudah di implementasikan dan berstandar terbuka sehingga RIP banyak digunakan di banyak jaringan dunia. 

Karakteristik RIP sebagai berikut .

a. RIP termasuk protokol routing berjenis distance vector.

b. Pembaruan routing dilakukan  secara broadcast setiap 30 detik.

c. RIP memiliki Administrative Distance ( AD ) sebesar 120.

d. RIP menggunakan jumlah lompatan ( hop count ) sebagai metrik untuk menentukan jalur terbaik.

e. Jaringan dengan hop count yang lebih dari 15 dianggap sebagai unreachable network ( jaringan yang 

    tidak terjangkau ) dan paket akan dibuang.

Kelebihan RIP sebagai berikut

a. Menggunakan metode Triggered Update.

b .RIP memiliki timer untuk mengetahui kapan router harus kembali memberikan informasi routing.

c. Jika terjadi perubahan pada jaringan, sementara timer belum habis, router tetap harus mengirimkan informasi routing karena dipicu oleh perubahan tersebut (triggered update).

d. Mengatur routing menggunakan RIP tidak rumit dan memberikan hasil yang cukup dapat diterima, terlebih jika jarang terjadi kegagalan link jaringan.

Selain itu , RIP juga memiliki beberapa kekurangan sebagai berikut.

a. Jumlah host Terbatas

b. RIP tidak memiliki informasi tentang subnet setiap route.

c. RIP tidak mendukung Variable Length Subnet Masking (VLSM).

d. Ketika pertama kali dijalankan hanya mengetahui cara routing ke dirinya sendiri (informasi lokal) dan tidak mengetahui topologi jaringan tempatnya berada

RIP akan mengirimkan pesan pembaruan routing pada interval waktu tertentu secara reguler termasuk perubahan-perubahan pada entrinya, sehingga tabel routing akan selalu memiliki data terbaru. Setelah melakukan pembaruan pada tabel routing, router tersebut akan segera memulai transmisi updating ke seluruh router jaringan. pembaruan ini sama sekali tidak tergantung dengan pembaruan secara reguler yang dilakukan. 

Untuk mencegah kasus menghitung sampai tak terhingga, RIP menggunakan metode triggeret update. Jika terjadi perubahan pada jaringan, sementara timer belum habis, router tetap harus mengirimkan informasi routing karena dipicu oleh perubahan tersebut

a. RIP versi 1 ( v1 ) 

    RIP yang didefinisikan dalam RFC-1058 ini menggunakan metrik antara 1 dan 15, sedangkan 16 dianggap sebagai tak terhingga

Setiap host yang menjalankan RIP v1 minimal memiliki tabel routing berisi informasi beriku.

1. IP Address tujuan ( host, subnet , network, atau rute default ) .

2. IP Address router yang perlu dilalui .

3. Beberapa timer ( petunjuk waktu )  .

4. Sebuah tanda untuk menunjukan apakah rute baru saja berubah.

Senin, 17 Oktober 2022

PROTOKOL ROUTING

Terdapat 2 istilah protokol dalam jaringan, yaitu protokol yang dilakukan routing (routed protocol) dan protokol yang melakukan routing (routing protocol).Routed protocol adalah protokol yang di rutekan melalui jaringan.Contoh routed protocol, antara lain Internet Protocol (IP), DECnet, AppleTalk, Novell NetWare, OSI, Banyan VINES, dan Xerox Network System (XNS). Sedangkan routing protocol adalah protokol yang mengimplementasikan algoritma routing. Contohnya adalah IGRP (Interior Gateway Routing Protocol), Enhanced IGRP, OSPF (Open Shortest Path First), EGP (Exterior Gateway Protocol), BGP (Border Gateway Protocol), IS_IS (Intermediate System to Intermediate Syestem), dan RIP (Routing Information Protocol).


Routed protocol  adalah fungsi transportasi yang dilakukan oleh routing protocol dalam melintasi antar jaringan . Secara umum, ruoted protocol berada dalam konteks yang berhubungan dengan protokol jaringan. Protokol ini mempunyai variasi fungsi yang dibutuhkan untuk melakukan komunikasi antaraplikasi pengguna sebagai sumbernya dan peralatan yang menjadi tujuannya. Fungsi tersebut bervariasi tergantung rangkaian protokolnya.

Routing protocol mengizinkan router-router untuk berbagi informasi tentang jaringan dan koneksi antar router. Tujuan utama routing protocol adalah untuk membangun dan memperbaiki tabel routing. Tabel tersebut berisi jaringan-jaringan dan interface yang berhubungan dengan jaringan Routing protocol ini  digunakan oleh router untuk mengatur informasi yang di terima dari router-router lain dan interface nya masing-masing sebagaimana yang terjadi pada konfigurasi routing secara manual.  

Routing protocol mempelajari semua router yang ada, menempatkan rute terbaik ke tabel routing dan juga menghapus rute ketika rute tersebut sudah tidak valid lagi.

Pada layer internet TCP/IP, router dapat menggunakan routing protocol untuk memebentuk routing melalui suatu algoritma sebagai berikut.
1.BGP, menggunakan routing protocol eksterior dengan algoritma distance vektor
2.RIP, menggunakan routing protocol interior dengan algoritma distance vektor
3.IGRP, menggunakan routing protocol interior dengan algoritma Cisco distance vector
4.EIGRP, menggunakan routing protocol interior dengan algoritma advance Cisco distance vector
5.OSPF, menggunakan routing protocol interior dengan algoritma link state.

Routing protocol interior didesain untuk penggunaan antar dua jaringan berbeda yang di kontrol oleh dua organisasi yang berbeda.

Routing protocol eksterior didesain untuk penggunaan antar dua jaringan berbeda yang di kontrol oleh dua organisasi yang berbeda.

Sebelum router dapat digunakan pada jaringan, IP protokol eksterior gateway membutuhkan tiga pengaturan informasi berikut.
1.Daftar router-router tetangga untuk pertukaran informasi routing
2.Daftar jaringan untuk advertise (menyebarluaskan) sebagai tanda jaringan dapat di capai secara langsung
3.Nomor autonomus system dari router lokal 

masing-masing AS (Autonomous System) harus memiliki nomor identitas 16-bit, yang di keluarkan oleh ARIN atau provider untuk menggunakan protokol routing seperti IGRP dan EIGRP.



Rabu, 12 Oktober 2022

Material Support Fiber Optic

Assalamualaikum

Disini saya akan menjelaskan peralatan fiber optic.


1)Kabel Fiber Optic

Fiber optic adalah jaringan kabel yang dibuat dengan menggunakan serat kaca. Yang mana jika dihubungkan dengan dunia telekomunikasi, berarti fiber optik itu sendiri merupakan kabel yang digunakan untuk media transmisi terarah (Wireline) untuk kepentingan transfer arus data dalam jaringan komputer. Tanpa ini, mungkin pesan yang Anda kirim dari ponsel tidak pernah sampai ke orang yang Anda coba hubungi.

Seperti yang sudah dikatakan, kabel serat optik terbuat dari serat kaca dengan beberapa lapisan yang masing-masing memiliki fungsi sendiri-sendiri. Selain itu pada kabel fiber optic juga memiliki komponen lain seperti isolator atau pelapis yang dilengkapi dengan berbagai warna dalam satu kabel.

2)Fusion Splicer


Fusion splicer atau Penyambungan fiber optik adalah proses penyambungan fiber optik, mis. konduktor kabel optik, melalui perlakuan panas suhu tinggi. Dengan bantuan mesin las khusus, pengelasan Fiber optik dilakukan secara otomatis. Dengan bantuan mesin las, seluruh rangkaian pekerjaan pengelasan dilakukan - dari penyelarasan ujung yang akan dilas hingga perlindungan sambungan.

Penyambung fiber optik modern adalah robot industri yang dilengkapi dengan sistem kontrol otomatis. Menghapus pernis berwarna dan lapisan pelindung dari ujung fiber (2-3 cm). Pembelahan fiber yang dilindungi dengan  presisi khusus. Penjajaran (alignment) fiber optik di bawah mikroskop menggunakan manipulator. Pada mesin las modern, penyelarasan dilakukan secara otomatis. Selanjutnya, bagian ini ditempatkan di ruang termal (oven), di mana selongsongnya menyusut panas.

3)Cleaver


Cleaver Fiber Optic adalah sebuah alat atau perlengkapan untuk membuat potongan muka ujung fiber yang hampir sempurna. Sama seperti menggunakan alat pencungkil ketupat saat memotong kaca, roda (bilah) pisau pemotong fiber membuat potongan yang sangat kecil pada fiber terlebih dahulu, kemudian fiber ditekan pada potongan kecil untuk memaksanya putus pada sudut 90 ° dan memperlihatkan a cermin seperti permukaan ujung fiber.

4)Stripper

Stripper adalah alat luar biasa yang direkomendasikan untuk mengupas serat berlapis 250µm. Miller Stripper memiliki lubang bor laser 0,0055 "(0,14 mm), pegangan pegangan berbantalan plastik yang lembut, dan rahang pengupasan yang sangat akurat, memastikan tindakan pengupasan yang bersih dan mulus.

4)Optical Power Meter (OPM)

Optical Power meter (OPM) adalah instrumen pengujian yang digunakan untuk mengukur secara akurat kekuatan peralatan fiber optik atau kekuatan sinyal optik yang melewati kabel fiber. Ini juga membantu dalam menentukan kehilangan daya yang terjadi pada sinyal optik saat melewati media optik. Pengukur daya optik terdiri dari sensor terkalibrasi yang mengukur rangkaian amplifier dan tampilan. Sensor biasanya terdiri dari semikonduktor berbasis silikon (Si), germanium (Ge) atau indium gallium arsenide (InGaAs). Unit tampilan menunjukkan daya optik terukur dan panjang gelombang yang sesuai dari sinyal optik.

5)Optical Time Domain Reflectometer (RTDR)

Prinsip operasi OTDR mirip dengan radar. OTDR melakukan pengukuran waktu pantulan cahaya. OTDR pada dasarnya menentukan karakteristik kabel fiber optik yang digunakan untuk merambat sinyal optik.

Ini juga digunakan untuk mengevaluasi parameter seperti kehilangan sambungan, sudut pantulan sinyal cahaya, atenuasi fiber, dll. Ketika sinyal ditransmisikan melalui kabel fiber optik maka selama transmisi beberapa bagian dari sinyal dipantulkan. Refleksi ini menghasilkan redaman sinyal yang terutama terjadi karena cacat pada kabel fiber.

Dengan demikian, OTDR digunakan sebagai peralatan pengujian dalam sistem komunikasi fiber optik untuk menentukan tingkat kehilangan sinyal di dalam kabel fiber.

6)Light Source

Light source fiber optik menggunakan serat optik sebagai "pipa cahaya", yang mentransmisikan cahaya dari sumber melalui fiber ke lokasi yang jauh. Sumber cahaya biasanya disebut "iluminator fiber optik" dan terdiri dari sumber cahaya terang dan seringkali beberapa optik untuk memfokuskan cahaya secara efisien ke dalam fiber.

7)Optical Fiber Identifier (OFI)

Optical Fiber Identifier (OFI) memungkinkan untuk melihat apakah serat aktif, tanpa harus memutuskannya dari jaringan. Mereka mencapai ini dengan menjepit rentang tengah serat dan mendorong tikungan makro kecil. OFI mendeteksi sejumlah kecil cahaya yang bocor melalui tikungan makro untuk menentukan aktivitas. 

Sebagian besar unit juga dapat menentukan arah lalu lintas melalui tautan serat. OFI juga dapat mendeteksi dan mengidentifikasi frekuensi termodulasi tertentu. OFI biasanya dirancang untuk bekerja dengan dilapisi 250 um, penyangga 900 um, serat jaket 2mm dan 3mm.

8)Visual Fault Locator (VFL)

Visual Fault Locator (VFL) adalah alat penting untuk setiap Kit Alat Fiber Optik, seperti penguji kontinuitas. VFL bukanlah salah satu alat yang paling murah dalam kit alat Anda. Ini akan memungkinkan Anda untuk dengan cepat mengidentifikasi jeda atau tikungan makro dalam Fiber optik, dan mengidentifikasi sambungan fusi yang buruk dalam serat optik mode multimode atau tunggal.

Perbedaan besar antara VFL dan penguji kontinuitas adalah sumber cahaya dan daya keluaran optik dari sumber cahaya. VFL biasanya menggunakan sumber cahaya laser merah (635-650nm). Daya keluaran optik laser biasanya 1mW atau kurang. Karena daya keluaran optiknya yang tinggi, Anda tidak boleh melihat keluaran VFL secara langsung.

9)Bit Error Rate Test

Bit Error Rate (BER) adalah ukuran integritas sinyal telekomunikasi berdasarkan kuantitas atau persentase bit yang ditransmisikan yang diterima secara tidak benar. Pada dasarnya, semakin banyak bit yang salah, semakin besar dampak pada kualitas sinyal. Tingkat kesalahan bit merupakan indikator efektif kinerja ujung-ke-ujung penuh karena mencakup penerima dan pemancar serta media di antara keduanya.

10)Adaptor Fiber Optik

Adaptor atau Coupler Fiber Optik adalah konektor khusus yang dirancang untuk pemasangan atau sambungan presisi kedua ujung kabel serat optik. Adaptor menggunakan desain yang sederhana. Ujung dua kabel serat optik terpisah dengan konektor serat optik masuk ke dalam dua slot yang berhadapan. Slot dirancang untuk menyelaraskan kedua ujungnya secara akurat sehingga tidak ada kehilangan sinyal.



Sekian dari saya wassalamualaikum wr.wb..























MACAM MACAM ROUTER WIFI